Selasa, 21 Juni 2011

Pemeriksaan Kepala Dan Leher


Pemeriksaan kepala dimulai dengan inspeksi kepala  dan dipastikan dengan palpasi
Posisi pasien sebaiknya duduk, kepala tegak dan diam agar seluruh rambut dan kepala dapat diperiksa dengan mudah

7 ciri yang perlu diperhatikan :
konfigurasi umum,
simetri,
penonjolan tulang,
distribusi rambut,
ciri-ciri kulit,
ekspresi muka,
kontak mata
tekstur rambut dan turgor kulit

Pemeriksaan Mata
Kelopak Mata
Bola Mata
Pupil, Sklera dan Kornea
Conjunctiva
Funduskopi
Visus

Rambut
Rambut harus dievaluasi pola distribusi,warna, dan strukturnya.
Struktur rambut biasanya diklasifikasikan atas halus, normal atau kasar.

Telinga
Keluhan keluhan yang mengarah pada penyakit telinga terdiri dari:
perubah ketajaman pendengaran
tinitius
vertigo
nyeri
Pemeriksaan penyaring mencangkup:
inspeksi dan palpasi
pemeriksaan otoskopik
Periksalah membrane timpani
Gangguan pendengaran biasanya dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
-Tuli konduktif
-Tuli sensorineural
Macam – macam tes pendengaran :
-Tes rinne
-Tes weber
-Tes schwabach


Hidung dan Saraf Paranasalis
Keluhan pada gangguan fungsi hidung dapat berupa:
pengeluaran cairan melalui hidung
hidung tersumbat
nyeri
pendarahan
kehilangan kemampuan mencium
Pemeriksaan hidung :
Diperiksa dengan speculum hidung dan sumber cahaya yang kuat yang diarahkan dengan cermin.Dengan cara miringkan kepala pasien ke belakang,kembangkan lubang hidung pasien dengan tekanan ringan dengan ibu jari anda,stabilkan tangan anda,dan gerakan speculum dengan hati hati sepanjang permukaan bawah saluran hidung

Sinus Paranasalis
2 golongan besar sinus paranasalis, yaitu :

Golongan anterior :
sinus frontalis
sinus ethmoidalis anterior
sinus maksilaris.

Golongan posterior :
sinus ethmoidalis posterior
sinus sfenoidalis.

2 sinus Mayor
Sinus frontalis terletak pada garis tengah di atas mata dimana palpasi dapat dilakukan dengan menempatkan jari tangan pada inner canthus dari mata dan menekan ke atas.
Sinus maksilaris dapat dipalpasi dengan menempatkan jari tengah pada salah satu sisi hidung → Perkusi pada sinus

Temporomandibular Joint (TMJ)
Temporomandibula merupakan satu-satunya sendi di kepala, yang letaknya di depan tragus dari telinga.
Untuk mengetahui letak sendi ini, pasien dapat diintruksikan untuk membuka dan menutup mulut kemudian perhatikan gerakan mandibula

Pemeriksaan :
Palpasi persendian dan dengarkan dengan stetoskop apakah terdapat bunyi abnormal→ disfungsi otot pengunyahan & kerusakan internal dlm kapsul pd joint.
Pemerikaan selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada oklusinya. Apakah terdapat halangan oklusi dan keterbatasan gerak
Untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan radiografik seperti  panoramik, tomografi, artografi, computed tomography (CT).


Pemeriksaan Leher
Pemeriksaan Leher dapat dilihat melalui inspeksi (melihat ) dan palpasi ( menekan ) 
Struktur Leher yang Diperiksa
Otot
Nodus Limpatik
Kelenjar Tiroid
Trakea
Arteri Carotid

Otot
Yang paling sering diperiksa adalah otot sternomastoid dan otot trapezius
Diperiksa melalui palpasi dengan memeriksa kekenyalan dua otot ini mengindikasikan tingkat ketegangan otot dan adanya myofacial pain dysfunction syndrome (mpds)

Nodus Limpatik
Nodus Limfa Submandibular
Terletak pada segitiga mandibula serta dapat dipalpasi dari belakang pasien. Pemeriksa sebaiknya mencatat kekenyalan, ukuran, pergerakan, serta perlekatanterhadap jaringan sekitar
Nodus Limfa Submentale
Dipalpasi pada segitiga submentale, terdapat dua ikatan nodus limfa pada kedua sisi otot sternomastoid yaitu ikatan servikal anterior dan ikatan servikal posterior.

Kelenjar Tiroid
Terletak pada garis tengah leher dan itulah asal mula setiap muscular triangle (segitiga otot)
Pemeriksaan dapat secara :
Inspeksi : secara langsung dapat dilihat pembengkakan abnormal
Palpasi : untuk merasakan besar kelenjar,    sifat pembesaran (difusa atau noduler), konsistensi, rasa nyeri, dan keadaan kulit diatasnya.


Trachea
Trachea diperiksa dengan palpasi di atas suprasternal notch untuk menentukan apakah pergeseran ke arah lateral telah disebabkan oleh pembesaran kelenjar thyroid atau tumor

Arteri Karotid
Arteri karotid dapat dipalpasi pada daerah segitiga karotid
Arteri karotid dipalpasi pada satu sisi dan tidak berulang-ulang untuk menghindari stimulasi gerak refleks bradikardi
Hal ini untuk merasakan denyut pembuluh arteri carotid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar