Jumat, 07 Januari 2011

ALAT UKUR RADIASI

MATERI : 
Proses ionisasi untuk pendeteksian radiasi
Detektor isian gas
Alat ukur proteksi radiasi >  A.Monitor radiasi (surveymeter)
                                                 B.Dosimeter perorangan
Kalibrasi alat ukur
 
Pendahuluan
       •Panca indera manusia tidak dapat mendeteksi keberadaan radiasi à perlu suatu alat yg dapat mendeteksi
       •Alat ukur radiasi à sistem yg tdd detektor dan rangkaian penunjang dimana detektor merupakan bahan yg peka thd radiasi  shg mampu menghasilkan respon bila kena radiasi
       •Besaran radiasi yg diukur oleh peralatan ini sebenarnya adalah intensitas radiasi yg akan dikonversikan dan ditampilkan sbg besaran dosis radiasi
 
1.Proses Ionisasi untuk Pendeteksian Radiasi 
Dengan mengetahui perubahan yg tjd di detektor akibat terkena radiasi maka keberadaan
radiasi dpt dideteksi dgn menggunakan mekanisme poses ionisasi 
Proses ionisasi > radiasi diubah mjd pelepasan sejumlah elektron > langsung jika
berinteraksi dgn alpha & betha sdg tdk langsung jika berinteraksi dgn gamma & sinar-X
Disebut dgn ionisasi tdk langsung krn pd saat radiasi gamma & sinar-X berinteraksi dgn
detektor > elektron berernergi > elektron ini yg kemudian melakukan ionisasi bukan 
gamma/sinar-X 
Jumlah pasangan ion elektron yg bermuatan - & sisa atomnya yg bermuatan + sebanding dgn
jumlah energi yg terserap
 
2.Detektor Isian Gas
Terdapat banyak jenis tapi yg umum digunakan à detektor isian gas
Bekerja berdasarkan proses ionisasi gas à umum digunakan pd alat ukur portable à jenis
yg paling sering digunakan detektor Geiger Mueller (GM)
Radiasi masuk ke dlm detektor GM menghasilkan ion dlm jumlah yg sangat banyak &
 kemudian diubah mjd arus listrik
   
3.Alat Ukur Proteksi Radiasi 
A.Monitor Radiasi (Surveymeter) 
§   Salah satu alat ukur proteksi radiasi yg  berfungsi untuk mengukur tingkat radiasi disuatu
lokasi secara langsun 
§   Surveymeter tdd 2 bagian yaitu detektor dan peralatan penunjang 
§Sebelum digunakan hrs dikalibrasi dulu sesuai dgn kebutuhan
 
B.Dosimeter Perorangan 
Mengukur dosis radiasi secara akumulasi à dosis radiasi tsb dijumlahkan dgn dosis yg telah
mengenai sebelumnya 
Terdapat 3 macam yang sering digunakan yaitu à dosimeter saku, film badge dan dosimeter
 termolumensensi (TLD)
 
Dosimeter Saku 
Prinsip kerja dosimeter ini sama dgn detektor isian gas jenis kamar ionisasi tapi tdk
menghasilkan tanggapan langsung krn muatan yg tjd akan dikumpulkan 
Menggunkan jarum quartz à perlu charger untuk memberikan beda potensial agar dpt
mengatur penyimpanan jarum à 0 
Apabila terkena radiasi akan tjd ionisasi gas didlmnya shg mengurangi beda potensial antara
jarum dan dinding detektor. Pengurangan ini mengakibatkan bergesernya jarum tsb yg
menunjukkan dosis radiasi yg diterima
 
Film Badge 
Menggunakan film photografi yg merupakan emulsi butiran perak bromida (AgBr) yg berfungsi
sbg detektor krn apabila terkena radiasi ion Ag+ akan berubah mjd Ag dan disebut bayangan 
latent 
Dpt menyimpan dan meredam dosis radiasi yg mengenainya secara akumulasi selama film film
blm diproses 
Pemrosesan film dg menggunakan larutan kimia yg akan memunculkan bayangan hitam pd film
 tsb
 Tingkat kehitaman bayangan film sebanding dgn intensitas radiasi yg mengenainya. Semakin
banyak radiasi yg mengenainya tingkat kehitaman film semakin pekat 
Holder film selain sebagai tempat film, berfungsi jg sbg filter utk membedakan jenis dan energi
radiasi yg mengenainya
 
Dosimeter Termolumenisensi (TLD) 
TLD digunakan utk merekan dosis akumulasi yg mengenainya,TLD menggunakan detektor
berbentuk kristal anorganik termolumenisensi 
Pemrosesan dilakukan dg memanaskan kristal TLD sampai suhu ttt kemudian dideteksi percikan
cahaya yg dipancarkan utk mengetahui dosisnya à TLD reader 
Keunggulan TLD dibandingkan dgn film badge adalah tingkat ketelitiannya dan dapat digunakan
berulang kali
 
4.Kalibrasi Alat Ukur 
Setiap alat ukur proteksi radiasi hrs dikalibrasi scr periodik oleh instansi yg berwenang à utk
dilakukan uji ketepan nilai yg ditampilkan alat ukur thd nilai yg sebenarnya 
Terdapat 2 metode utk melakukan kalibrasi à
1.Pengukuran dibandingkan dg alat ukur standar 
2.Pengukuran dilakukan menggunakan sumber standar yg telah diketahui jenis nuklida
maupun aktifitasnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar